Senin, 17 Desember 2012

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN III (NIFAS) KEBUTUHAN DASAR IBU MASA NIFAS

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN III (NIFAS)
KEBUTUHAN DASAR IBU MASA NIFAS

Dosen Pengampu : Dian Nirmalasari S.SiT







Disusun Oleh :
1. 



PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
POLITEKNIK BANJARNEGARA
2012

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Di negara maju maupun negara berkembang, perhatian utama bagi ibu dan bayi terlalu banyak tertuju pada masa kehamilan dan persalinan, sementara keadaan yang sebenarnya justru merupakan kebalikannya, oleh karena risiko kesakitan dan kematian ibu serta bayi lebih sering terjadi pada masa pasca persalinan. Keadaan ini terutama disebabkan oleh konsekuensi ekonomi, di samping ketidak tersediaan pelayanan atau rendahnya peranan fasilitas kesehatan dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang cukup berkualitas. Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan juga menyebabkan rendahnya keberhasilan promosi kesehatan dan deteksi dini serta penatalaksanaan yang adekuat terhadap masalah dan penyakit yang timbul pada masa pascapersalinan. Oleh karena itu, pelayanan pascapersalianan harus terselenggara pada masa nifas atau puerperium untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi, yang meliputi upaya pencegahan, deteksi dini pengobatan komplikasi dan penyakit yang mungkin terjadi, serta pelayanan pemberian ASI, cara menjarangkan kehamilan, imunisasi, dan nutrisi bagi ibu.
B.       Rumusan Masalah
1.         Bagaimanakah kebutuhan nutrisi dan cairan ibu  dalam masa nifas?
2.         Bagaimanakah kebutuhan ambulasi ibu  dalam masa nifas?
3.         Bagaimanakah kebutuhan eliminasi ibu dalam masa nifas?
4.         Bagaimanakah kebutuhan istirahat ibu dalam masa nifas?
5.         Bagaimanakah kebutuhan seksual ibu dalam masa niafas?
6.         Bagaimanakah latihan atau senam nifas pada ibu dalam masa nifas?
C.       Tujuan
1.         Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi dan cairan ibu dalam masa nifas
2.         Untuk mengetahui kebutuhan ambulasi ibu  dalam masa nifas
3.         Untuk mengetahui kebutuhan eliminasi ibu dalam masa nifas
4.         Untuk mengetahui kebutuhan istirahat ibu dalam masa nifas
5.         Untuk mengetahui kebutuhan seksual ibu dalam masa niafas
6.         Untuk mengetahui latihan atau senam nifas pada ibu dalam masa nifas
BAB II
PEMBAHASAN

A.      GIZI
            Nutrisi atau gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolismenya. Kebutuhan gizi pada masa nifas terutama bila menyusui akan meningkat 25%, karena berguna untuk proses untuk proses kesembuhan karena sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk menyehatkan bayi.
            Menu makanan seimbang yang harus dikonsumsi adalah porsi cukup dan teratur, tidak terlalu asin , pedas atau berlemak, tidak mengandung alcohol, nikotin serta bahan pengawet atau pewarna. Disamping itu harus mengandung :
1.         Sumber tenaga (energi)
Untuk pembakaran tubuh, pembakaran jaringan baru, penghematan energi. Zat gizi sebagai sumber karbohidrat terdiri dari beras, sagu, jagung, tepung terigu dan ubi
2.         Sumber pembangun (protein)
Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak atau mati. Sumber protein dapat diambil
3.         Sumber pengatur dan pelindung (mineral, vitamin, dan air)
unsur unsur tersebut digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan pengatur kelancaran metabolisme dalam tubuh. Ibu menyusui minum air sedikitnya 3 liter setiap hari (anjuran ibu untuk minum setiap kali habis menyusui). Sumber zat pengatur dan pelindung biasanya diperoleh dari semua jenis sayuran dan buah-buahan segar.

Jenis jenis mineral penting:
a.         Zat kapur
Untuk pembentukan tulang, sumbernya: susu, keju, kacang-kacangan dan sayuran berwarna hijau.
b.         Fosfor
Dibutihkan untuk pembentukan kerangka dan gigi anak, sumbernya : susu, keju, dan daging.
c.         Zat besi
Tambahan zat besi sangat penting dalam masa menyusui karena dibutuhkan untuk kenaikan sirkulasi darah dan sel, serta menambah sel darah merah( HB) sehingga daya angkut oksigen mencukupi kebutuhan. Sumber zat besi antara lain: kuning telur, hati, daging, kerang, ikan, kacang-kacangan dan sayuran hijau.
d.        Yodium
Sangat penting untuk mencegah timbulnya kelemahan mental dan kekerdilan fisik yang serius, sumbernya: minyak ikan, ikan laut dan garap beryodium.
e.         Kalsium
Ibu menyusui membutuhan kalsium untuk pertumbuhan gigi anak, sumbernya: susu dan keju.

Jenis jenis vitamin:
a.         Vitamin A
Digunakan untuk pertumbuhan sel , jaringan, gigi, dan tulang, perkembangan syaraf penglihatan, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
Sumber : kuning telur, hati, mentega, sayuran berwarna hijau dan buah berwarna kuning ( wortel, tomat, dan nangka). Selain itu ibu menyusui juga mendapat tambahan berupa kapsul vitamin A (200.000 IU)
b.         Vitamin B1 (Thiamin)
Dibutuhkan agar kerja syaraf dan jantung normal, membantu metabolisme karbohidrat secara tepat oleh tubuh, nafsu makan yang baik, membantu proses pencernaan makanan, meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi dan mengurangi kelelahan. Sumbernya: hati, kuning telur, susu, kacang-kacangan, tomat, jeruk, nanas, dan kentang bakar.
c.         Vitamin B2 ( Riboflavin)
Vitamin B2 dibutuhkan untuk pertumbuhan, vitalitas, nafsu makan, pencernaan, system urat syaraf, jaringan kilit dan mata. Sumber : hati, kuning telur, susu, keju, kacang-kacangan,dan sayuran berwarna hijau.
d.        Vitamin B3 ( Niacin)
Disebut juga Nitocine Acid, dibutuhkan dalam proses pencernaan, kesehatan kulit, jaringan syaraf dan pertumbuhan. Sumber : susu, kuning  telur, daging, kaldu daging, hati, daging ayam, kacang-kacangan beras merah, jamur dan tomat.
e.          Vitamin B6 ( Pyridoksin)
Dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah serta kesehatan gigi dan gusi.
Sumber : gandum jagung,  hati dan daging.
f.          Vitamin B12 ( Cyanocobalamin)
Dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan jaringan saraf.
Sumber : telur, daging, hati, keju, ikan laut, dan kerang laut.
g.         Folic Acid
Vitamin ini dibutuhkan untuk pertumbuhan pembentukan sel darah merah dan produksi inti sel. Sumber : hati,daging,  jeroan, dan sayuran hijau.
h.         Vitamin C
Untuk pembentukan jaringan ikat dan bahan semu jaringan ikat ( untuk penyembuhan luka), pertumbuhan tulang, gigi dan gusi, daya tahan terhadap infeksi serta memberikan kekuatan pada pembuluh darah. Sumber : jeruk, tomat, melon, brokoli, jambu, mangga, pepaya, dan sayuran.
i.           Vitamin D
Dibutuhkan untuk pertumbuhan, pembentukan tulang dan gigi, serta penyerapan kalsium dan fosfor. Sumber : minyak ikan, susu,  margarin, dan penyinaran kulit dengan sinar matahari sebelum pukul 09 00.
j.           Vitamin K
Dibutuhkan untuk mencegah perdarahan agar proses pembekuan darah normal.
Sumber vitamin kuning telur, hati, brokoli, asparagus, dan bayam.

Kebutuhan energi ibu nifas / menyusui pada 6 bulan pertama kira-kira 700 kkal/hari dan 6 bulan kedua 500kkal/hari sedangkan ibu menyusui bayi yang berumur 2 tahun rata-rata sebesar 400kkal/ hari.
Tabel perbandingan angka kecukupan energi dan zat gizi wanita dewasa dan tambahannya untuk ibu hamil dan menyusui :

No.
Zat Gizi
Wanita Dewas
Ibu Hamil
Ibu Menyusui
0-6 bulan
7-12 bulan
1.
Energi (kkal)
2200
285
700
500
2.
Protein (g)
48
12
16
12
3.
Vitamin A (RE)
500
200
350
300
4.
Vitamin D (mg)
5
5
5
5
5.
Vitamin E (mg)
8
2
4
2
6.
Vitamin K (mg)
6,5
6,5
6,5
6,5
7.
Tiamin (mg)
1,0
0,2
0,3
0,3
8.
Riboflavin (mg)
1,2
0,2
0,4
0,3
9.
Niasin (mg)
9
0,1
3
3
10.
Asam Folat (mg)
150
150
50
40
11.
Piidoksin (mg)
1,6
0,6
0,5
0,5
12.
Vitamin B12 (mg)
1,0
0,3
0,3
0,3
13.
Vitamin C (mg)
60
10
25
10
14.
Kalsium (mg)
500
400
400
400
15.
Fosfor (mg)
450
200
300
200
16.
Besi (mg)
26
20
2
2
17.
Seng (mg)
15
5
10
10
18.
Yodium (mg)
150
25
50
50
19.
Selenium (mg)
55
15
25
20

Petunjuk untuk mengolah makanan sehat :
1.        Pilih sayur –sayuran, buah-buahan, daging dan ikan yang segar
2.        Cuci tangan sampai bersih sebelum dan sesudah mengolah makanan
3.        Cuci bahan makanan sampai bersih lalu potong-potong
4.        Masak sayuran sampai layu
5.        Olah makanan sampai matang
6.        Hindari pemakaian zat pewarna, pengawet  ( vetsin)
7.        Jangan memakai minyak yang sudah berkali-kali dipakai
8.        Perhatikan kadaluarsa dan komposisi zat gizi makanan . jika dikemas dalam kaleng, jangan memilih kaleng yang telah penyok atau karatan.
9.        Simpan peralatan dapur dalam keadaan bersih dan aman
10.     Jangan biarkan binatang berkeliaran di dapur.

B.       AMBULASI DINI
            Di sebut juga early ambulation. Early ambulation adalah kebijakan untuk selekas mungkin membimbing klien keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin berjalan. Klien sudah diperbolehkan bangun dari tempat tidur dalam 24-48 jam post partum. Keuntungan early ambulation adalah:
1.         Klien merasa lebih baik, lebih kuat dan lebih sehat.
2.         Faal usus dan kandung kencing lebih baik.
3.         Dapat lebih memungkinkan dalam mengejari ibu untuk merawat atau memelihara anaknya , memandikan dll selama ibu masih dalam perawatan.
Karena Indikasi: Klien dengan penyulit, misalnya: anemia, penyakin jantung, penyakin paru, dll.

C.       ELIMINASI
1.    Miksi
Miksi disebut normal apabila dapat buang air kecil sendiri, bila tidak dilakukan dengan tindalkan:
a.         Dirangsang dengan mengalirkan air kran di dekat klien.
b.         Mengkompres air hangan diatas simpisis
Bila tidak berhasil dengan cara di atas maka dilakukan kateterisasi. Karena prosedur kateterisasi membuat klien tidak nyaman dan resiko infeksi saliran kencing tinggi untuk itu kateterisasi tidak dilakukan sebelum lewat 6 jam post partum. Douwer kateter diganti setelah 48 jam.
2.    Defekasi
Biasanya 2-3 hari post partum masih sulit buang air besar. Jika klien pada hari ketiga belum juga buang air besar maka diberikan laksan supositoria dan minum air hangat. Agar buang air besar secara teratur dapat dilakukan dengan diit teratur, pemberipemberian cairan yang banyak , makanan cukup serat, olah raga.

D.      KEBERSIHAN DIRI
Mandi ditempat tidur dilakukan sampai ibu dapat mandi sendiri dikamar mandi, yang terutama dibersihkan adalah putting susus dan mamae dilanjutkan perawatan perineum
1.    Perawatan perineum
Apabila setelah buang air besar atau buanga air kecil perineum dibersihkan secara rutin. Caranya dibersihkan dengan sabun yang lembut minimal sekali sehari. Biasanya ibu merasa takut pada kemungkinan jahitannya akan lepas, juga merasa sakit sehingga pineum tidak dibersihkan atau dicuci. Cairan sabun atau sejenisnya sebaiknya di pakai setelah buang air kecil atau buang air besar.
Membersihkan dimulai dari simpisis sampai anal sehingga tidak terjadi infeksi. Ibu diberi tahu caranya mengganti pembalut yaitu bagian dalam jangan samapai terkontaminasi oleh tangan. Pembalut yang sudah kotor harus diganti paling sedikit 4 kali sehari. Ibu diberi tahu tenteng jumlah, warna, dan bau loncea sehingga apabila ada kelainan dapat diketahui secara dini. Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah memebersihkan daerah kelaminnya. Apabila ibu mempunyai luka episiotomy atau laserasi sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh daerah luka.
2.      Perwatan payudara
a.         Menjaga payudara tetap bersih dan kering terutama putting susu dengan menggunakan BH yng menyokong payudara.
b.         Apabila putting susu lecet oleskan kolosterum ataua Asi yang keluar pada sekitar putting susu setiap selesai menyusui. Menyusui tetap dilakukan dimulai dari puting susu yang tidak lecet.
c.         Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selam 24 jam, asi dikeluarkan dan diminumkan dengan menggunakan sendok.
d.        Untuk menghilangkan nyeri ibu dapat diberikan paracetamol satu tablet setiap 4-6 jam.
E.       ISTIRAHAT
Kebahagiaan setelah melahirkan memebuat suit istirahat. Seorang ibu baru akan cemas apakan ia akan mampu merawat anaknya atau tidak. Hal ini mengakibatkan sulit tidur. Juga akan terjadi gangguan pola tidur karena beban kerja bertambah, ibu harus bangun malam untuk meteki atau mengganti popok yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Anjurkan ibu supaya istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Sarankan ibu untuk kembali pada kegiatan rumah tangga secara berlahan-lahan serta untuk tidur siang atau beristirahat selama bayi tidur. Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal antara laian mengurangi jumlah asi yang di produksi, memperlambat prosen involusi uteri dan memperbanyak perdarahan, menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.

F.        SEKSUAL
Apabila perdarahan telah berhentidan episiotomi sudah sembuh maka coitus bisa dilakukan pada 3-4 minggu post partum. Hasrat seksual pada bulan pertama akan berkurang baik kecepatannya maupun lamanya, juga orgasmepun akan menurun ada juga yang berpendapat bahwa coitus dapat dilakukan setelah masa nifas berdasarkan teori bahwa saat itu bekas luka plasenta baru sembuh (proses penyembuhan luka post partum sampai dengan 6 minggu). Secara fisik aman untuk memulai melakukan hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukan 1 atau 2 jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri, aman untuk melakukan hubungan suami istri.

G.      LATIHAN SEMAN NIFAS
Banyak diantara senam post partum  sebenarnya sama dengan senam antenatal. Hal yang paling penting bagi ibu adalah agar senam-senam tersebut hendaknya dilakukan secara perlahan dahulu lalu semakin lama semakin sering atau kuat. Senam yang pertama yang paling baik paling aman untuk memeperkuat dasar panggul adalah seman kegel. Segara lakukan seman kegel pada hari pertama post partum bila memeng memungkikan. Meskipun kadang-kadang sulit untuk secara muudah mengaktifkan otot-otot dasar panggul ini selama hari pertama atau ke dua, anjurkanlah agar ibu tersebut tetap mencobanya. Senam kegel akan membantu penyembuhan post partum dengan cara membuat kontraksi dan pelepasan secara bergantian pada otot-otot dasar panggul.
     Lakukan senam ini kapan saja. Lakukanlah sampa 100 kali dalam sehari untuk mengkontraksikan pasangan otot-otot ini, bayangkanlah bahwa anda sedang BAK dan lalu anda tibi-tiba menahannya. Senam kegel mempunyai beberapa manfaat antara lain:
1.         Membuat jahitan-jahitan lebih merapat
2.         Mempercepat penyembuhan
3.         Meredakan haemoroid
4.         Meningkatkan pengendalian atas urin
Caranya dengan berdiri dengan tungkai dirapatkan. Kencangkangkan otot-otot pantat dan pinggul tahan sampai lima hitungan. Kendurkan dan ulangi lagi latihan sebanyak lima kali.
Mengencangkan otot-otot abdomen yaitu dengan otot-otot abdomen setelah melahirkan akan menunjukan kebutuhan perhatian yang paling jelas. Mengembalikan tonus otot-otot abdomen merupakan tujuan pertama dari senam dalam masa post partum.
Secara umum :
Pada minggu-minggu pertama para ibu sering mengalami penegangan yang terasa sakit dipunggung atas yang di sebabkan oleh payudara yang berat serta pemberian ASI yang sering terpaksa dilakukan dengan posisi yang kaku dan lama diperhatikan. Senam tangan dan bahu secara teratur sanagat penting untuk mengendurkan ketegangan ini, sikap yang baik serta posisi yang nyaman pada waktu memberi ASI
1.         Pernafasan perut
Berbaring di atas tempat tidur / lantai dan lutut di tekuk. Lakukan pernafasan perut dengan cara menarik nafas dalam dari hidung lalu keluarkan dari mulut secara perlahan-perlahan selama 3-5 detik


2.         Pernafasan abdomen campuran dan supine pelvic
Berbaring dengan lutut di tekuk sambil menarik nafas dalam, putar punggung bagian pevis dengan mendatarkan punggung bawah dilantai / tempat tidur. Keluarkan nafas dengan berlahan, tetapi dengan mengarahkan tenaga sementara mengkontraksikan otot perut dan pengencangkan bokong. Tahan selama 3-5 detik sambil mengeluarkan nafas. Rileks

3.         Sentuh lutut
Berbaring dengan lutut ditekuk. Sementara menarik nafas dalam, sentuhkan bagian bawah dagu ke dada sambil mengeluarkan nafas. Angkat kepala dan bahu secara perlahan dan halus upayakan menyentuh lutut dengan lengan direnggangkan. Tubuh hanya boleh naik pada bagian punggung sementara pinggang tetap berada di lantai / tempat tidur. Perlahan-lahan turunkan kepala dan bahu ke posisi semula. Rileks.
4.         Angkat bokong
Berbaring dengan bantuan lengan lutut di tekuk, dan kaki mendatar. Denagan berlahan naikan bokong dan lengkungkan punggung dan kembali perlahan-lahan ke posisi semula.


5.         Memutar kedua lutut
Berbaring dengan lutut di tekuk. Pertahankan bahu mendatar dan kaki diam. Dengan berlahan dan halus putar lutut ke kiri sampai menyentuh lantai / tempat tidur. Pertahankan gerakan yang halus, putar lutut ke kanan sampai menyentuh lantai / tempat tidur dan kembali keposisi semula dan rileks.


6.         Memutar satu lutut
Berbaring di atas punggung dengan tungkai kanan diluruskan dan tungkai kiri ditekuk pada lutut. Pertahankan bahu datar, secara perlahan putar lutut kiri ke kanan sampai menyentuh lantai / tempat tidur dan kembali ke posisi semuala. Ganti posisi tungkai putar lutut kanan ke kiri sampai menyentuh tempat tidur dan kembali ke posisi semula.

7.    Putar tungkai
Berbaring dengan kedua tungkai lurus. Pertahankan bahu tetap datar dan kedua tungkai lurus, dengan berlahan dan halus angakat tungkai kiri dan putar sedemikian rupa sehingga menyentuh lantai dan tempat tidur disisi kanan dan kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan ini denagn tungkai kanan dan diputar menyentuh lantai / tempat tidur disisi kiri tubuh. Rileks.

8.    Angkat tangan
Berbaring dengan lengan di atas sampai membentuk sudut 90% terhadat tubuh. Angkat lengan bersama-sama sehingga telapak tangan dapat bersentuhan turunkan secara perlahan.

BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
 Kebutuhan dasar ibu pada ibu  nifas sangat penting karena dapat membantu dalam proses penyembuhan pasca persalinan. Oleh sebab itu, kebutuhan dasar pada ibu nifas harus terpenuhui dengan cukup. Kebutuhan yang harus dicukupi  meliputi :
1.         Gizi
2.         Ambulasi Dini
3.         Eliminasi
4.         Kebersihan Diri
5.         Istirahat
6.         Seksual
7.         Latihan Senam Nifas



















DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, Eni. Wulandari, Dyah.2009. Asuhan Kebidanan Nifas.Yogjakarta: Mitra   Cendikia  Press.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar